Rabu, 22 Mei 2024 Kegiatan kelas VI MI PLUS Sabilul Muhtadin yaitu Praktik memasak.

Praktik ini merupakan salah satu tugas akhir SBdP. Kegiatan ini dilakukan setiap tahun guna menambah nilai mata pelajaran SBdP tidak hanya menambah nilai saja akan tetapi melatih kerjasama, kedisiplinan, bahkan kekompakan.

Sebanyak 95 peserta didik dari kelas VI A, VI B, VI C dan VI D dibagi menjadi 12 kelompok setiap kelas kemudian dibagi lagi menjadi 3 kelompok dan setiap kelompok berjumlah 8 orang.

Dari sekolah ditentukan 3 makanan yaitu:
1) Bakso ๐Ÿก
2) Ayam Geprek ๐Ÿ—
3) Nasi Goreng ๐Ÿš

Setiap kelompok memilih salah satu menu yang ditentukan. Tidak hanya peserta didik yang antusias, tetapi wali santri juga ikut antusias dalam kegiatan tersebut.

Salah satu tim penilai praktik memasak yaitu Ustadzah Ida Riani, S.Pd menyatakan salut dan bangga terhadap antusias peserta didik yang bekerja sama saling bantu dalam memasak dan menyajikan menu makanan kelompok mereka.  Mereka sangat kreatif sesuai imajinasinya. โ€œDiusia yang masih dini ternyata sebagian besar peserta didik sudah piawai menggunakan peralatan dapur dan mengolah masakan, tanpa terkecuali kaum laki-lakinya,โ€ ujarnya. ๐Ÿ˜

Ditambahkan ustadzah Ida Riani S.Pd: unsur yang dinilai dalam kegiatan praktek memasak sudah disampaikan kepada peserta didik agar mereka lebih fokus dan bisa memenuhi kriteria penilaian. โ€œHal yang diutamakan rasa, kebersihan dalam proses memasak dan menyajikan, kerjasama dan unsur gizi,โ€ tambahnya.

Kepala MI Plus Sabilul Muhtadin Bapak H. Syamsul Bahri, S.Pd mengapresiasi positif kegiatan praktik memasak, karena selain untuk memenuhi nilai ujian SBdP, kegiatan tersebut juga dapat menambah ilmu keterampilan yang sangat bermanfaat khususnya perempuan. โ€œIlmu memasak yang mereka peroleh dapat digunakan sebagai referensi lahan pekerjaan bidang kuliner di masa depanโ€, ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyajian masakan hasil olahan peserta didik di ruang aula dan peserta didik bersama-sama makan hasil masakannya. Sebelum makan tak lupa mereka berdoa terlebih dahulu. Berdoa dipimpin oleh ketua masing-masing kelompok. ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

Lihat iinformasi selengkapnya di https://www.facebook.com/100001135877489/posts/pfbid0C1UnsBnA4r4DLgQsyF5V5MBXZCUR339XUACrFy2ja6HSLzhkikqvc96wmtHm22SKl/?app=fbl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *